Pengertian Ahli Waris dan Macam Macam Ahli Waris

Hai Pembaca Setia, Kali ini Pengantar Hukum akan membahas mengenai pengertian ahli waris dan macam macam ahli waris.
 
 
Menurut UU, Pengertian Ahli Waris adalah orang yang pada saat meninggal dunia mempunyai hubungan darah atau hubungan perkawinan dengan pewaris, beragama Islam dan tidak terhalang karena hukum untuk menjadi ahli waris. Dengan demikian yang dimaksud ahli waris oleh kompilasi, yaitu mereka yang jelas-jelas memiliki hak waris ketika pewarisnya meninggal dunia, tidak ada halangan untuk mewarisi (tidak ada mawani’ al-iris).
 
 
Menurut UU, Pengertian Pewaris adalah orang yang pada saat meninggalnya atau yang dinyatakan meninggal berdasarkan putusan dari pengadilan beragama Islam, meninggalkan ahli waris dan harta peninggalan.
 
 
Macam Macam Ahli Waris Menurut Islam pada dasarnya terdapat dua macam, yaitu :
1. Ahli waris nasabiyah, yaitu ahli waris yang hubungan kewarisannya didasarkan karena hubungan darah (kekerabatan).
2. Ahli waris sababiyah, yaitu ahli waris yang hubungan kewarisannya karena suatu sebab, yaitu sebab pernikahan, sebab ada hubungan agama orang yang meninggal dunia; sebab memerdekakan budak, atau menurut sebagian mazhab Hanafiyah, karena sebab perjanjian (janji setia).
 
 
Di lihat dari bagian yang diterima, atau berhak atau tidaknya mereka menerima warisan, Macam Macam Ahli Waris dibedakan menjadi 3 (tiga), yaitu :
1. Ahli waris ashab al-furud, yaitu ahli waris yang ditentukan bagian-bagiannya.
2. Ahli waris ashab al-usubah, yaitu ahli waris yang ketentuan bagiannya adalah menerima sisa setelah diberikan kepada ashab al-farud, seperti anak laki-laki, ayah, paman dan sebagainya. Selain itu, terdapat juga ahli waris yang selain menerima bagian tertentu (ashab al-furud) juga menerima sisa bagian sisa, seperti ayah.
3. Ahli waris zawl al-arham, yaitu orang yang sebenarnya memiliki hubungan darah dengan si pewaris, namun karena di dalam ketentuan nas tidak diberi bagian, maka mereka tidak berhak menerima bagian, kecuali jika ahli waris ashab al-furud dan ashab al-usubah tidak ada; Contohnya, cucu perempuan garis perempuan.
 
 
Jika ditinjau dari segi hubungan jauh dekatnya kekerabatan, maka Macam Macam Ahli Waris ada 2 (dua) yaitu :
1. Ahli waris hajib, yaitu ahli waris yang dekat hubungan kekerabatannya menghalangi hak waris ahli waris yang jauh hubungannya. Contohnya, anak laki-laki menjadi penghalang bagi saudara perempuan.
2. Ahli waris mahjub, yaitu ahli waris yang jauh hubungan kekerabatannya, dan terhalang untuk mewarisi.
 
 
Menurut Pasal 1714 Inpres No. 1 Tahun 1991 Mengenai Kompilasi Hukum Islam, Macam Macam Ahli Waris ada 2 kelompok, yaitu :
 
1. Menurut hubungan darah, yaitu ahli waris yang timbul karena hubungan keluarga. Golongan ini terdiri dari dua yang antara lain :
a. golongan laki-laki, meliputi ayah, anak laki-laki, saudara laki-laki, paman dan kakek.
b. golongan perempuan, meliputi ibu, anak perempuan, saudara perempuan, bibi dan nenek.
 
2. Menurut hubungan perkawinan, yaitu ahli waris yang timbul karena adanya ikatan perkawinan antara pewaris dengan ahli waris. Ahli waris ini meliputi janda atau duda.
 
 
Jika ahli waris yang dicantumkan pada pasal 174 KHI tersebut seluruhnya ada 21 (dua puluh satu) orang. Apabila dirinci, ahli waris tersebut meliputi ahli waris laki-laki yang berjumlah 13 (tiga belas) orang, yang meliputi :
(1) Ayah; (2) Kakek dari garis ayah; (3) anak laki-laki; (4) cucu laki-laki garis laki-laki; (5) saudara laki-laki sekandung; (6) saudara laki-laki seayah; (7) Saudara laki-laki seibu; (8) anak laki-laki saudara laki-laki sekandung; (9) anak laki-laki saudara laki-laki seayah; (10) paman, saudara laki-laki ayah sekandung; (11) paman, saudara laki-laki ayah seayah; (12) anak laki-laki paman sekandung; dan (13) anak laki-laki paman seayah.
 
 
Sedangkan ahli waris perempuan yang berjumlah 8 (delapan) orang, yaitu meliputi :
(1) ibu; (2) nenek dari garis ibu; (3) nenek dari garis ayah; (4) anak perempuan; (5) cucu perempuan garis laki-laki; (6) saudara perempuan sekandung; (7) saudara perempuan seayah; dan (8) saudara perempuan seibu.
 
 
Jika semua ahli waris nasabiyah laki-laki semua masih ada, maka yang mendapat warisan adalah ayah dan anak laki-laki. Jika semua ahli waris perempuan tersebut masih ada, maka yang dapat menerima warisan adalah ibu, anak perempuan, cucu perempuan garis laki-laki; dan saudara perempuan sekandung. Akan tetapi, jika semua ahli waris masih ada, maka yang berhak mendapatkan warisan hanya anak, ayah, ibu dan janda atau duda.
 
Sekian tulisan dari pengantar hukum mengenai pengertian ahli waris dan macam macam ahli waris, semoga tulisan pengantar hukum mengenai pengertian ahli waris dan macam macam ahli waris dapat bermanfaat.

Sumber : Tulisan Pengantar Hukum :

– Titik Triwulan Tutik, 2006. Pengantar Hukum Perdata. Yang Menerbitkan Prestasi Pustaka : Jakarta.
Gambar Pengertian Ahli Waris dan Macam Macam Ahli Waris

Gambar Pengertian Ahli Waris dan Macam Macam Ahli Waris

 
Pengertian Ahli Waris dan Macam Macam Ahli Waris | Sanusi |