Pengertian Hukum Adat di Indonesia

Hukum Sumber Hukum
 
 
Pada kesempatan ini akan dibahas mengenai Pengertian Hukum Adat di Indonesia di bawah ini.
 
Pengertian Hukum Adat adalah keseluruhan aturan tingkah laku positif yang di satu pihak mempunyai sanksi dan di pihak lain dalam keadaan tidak dikodifikasikan. Dengan kata lain, Pengertian Hukum adat ialah adat kebiasaan yang mempunyai akibat hukum.
 
 
Pengertian Hukum Adat menurut istilah merupakan terjemahan dari adatrecht yang pertama kali diperkenalkan oleh Prof. Dr. C. Snouck Hurgronje pada tahun 1893. Kemudian digunakan oleh Prof. Cornelis van Vollenhoven yang dikenal sebagai penemu Hukum Adat dengan sebutan Bapak Hukum Adat dan penulis buku Het Adatrecht van Nederlands Indie.
 
 
Jadi Hukum Adat ini tampak dalam penetapan (putusan-putusan) petugas hukum, misalnya Putusan Kepala Adat, putusan Hakim Perdamaian Desa dan sebagainya sesuai dengan lapangan kompetensinya masing-masing. Di dalam pengambilan keputusan, para pemberi keputusan berpedoman pada nilai-nilai universal yang dipakai oleh para tetua adat, antara lain :
1. Asas gotong royong,
2. Fungsi sosial manusia dan milik di dalam masyarakat,
3. Asas persetujuan sebagai dasar dari kekuasaan umum (musyawarah),
4. Asas perwakilan dan permusyawaratan.
 
 
Hukum Adat merupakan perwujudan dari gagasan kebudayaan yang terdiri atas nilai-nilai budaya, hukum, norma dan aturan-aturan yang satu sama lainnya saling terikat dan menjadi suatu sistem kesatuan yang memiliki sanksi bagi pelanggarnya. Persoalan Penegakan hukum adat di Indonesia ini sangat prinsipil karena adat merupakan identitas bagi bangsa dan identitas dari setiap daerahnya.
 
 
Dalam ketentuan UU Kekuasaan Kehakiman No. 4 Tahun 2004 Pasal 28, mengatur mengenai hakim harus melihat (mempelajari) kebiasaan (adat setempat) di dalam menjatuhkan putusan pidana atas kasus yang berkaitan dengan adat setempat dimana perkara tersebut diadili.
 
 
Adapun dalam rangka Pelaksanaan Hukum Pertanahan Nasional, pada tanggal 24 Juni 1999 diterbitkan Peraturan Menteri Negara Agraria No. 5 Tahun 1999 Mengenai Pedoman Penyelesaian Masalah Hak Ulayat Masyarakat Hukum adat. Pengertian Hak Ulayat adalah kewenangan menurut hukum adat yang dimiliki oleh masyarakat hukum adat atas wilayah tertentu yang merupakan lingkungan warganya; yang di mana kewenangan ini memperbolehkan masyarakat untuk mengambil manfaat dari sumber daya alam, yaitu tanah di dalam wilayah tersebut bagi kelangsungan hidupnya.
 
 
Peraturan tersebut dimaksudkan guna untuk menyediakan pedoman bagi pengaturan dan pengambilan kebijaksanaan operasional di bidang pertanahan, serta langkah-langkah dari penyelesaian masalah yang menyangkut tanah ulayat. Peraturan Menteri Negara Agraria ini memuat kebijaksanaan yang memperjelas prinsip pengakuan terhadap “hak ulayat dan hak-hak yang serupa dari masyarakat hukum adat“, sebagaimana dimaksudkan di dalam Pasal 3 UU Pokok Agraria. Kebijaksanaan tersebut meliputi :
1. Dalam Pasal 1, penyamaan persepsi mengenai “hak ulayat”.
2. Dalam Pasal 2 dan Pasal 5, Kriteria dan penentuan masih adanya hak ulayat dan hak-hak yang serupa dengan itu dari masyarakat hukum adat.
3. Dalam Pasal 3 dan Pasal 4, kewenangan masyarakat hukum adat atas tanah ulayatnya.
 
 
Indonesia merupakan suatu negara yang menganut pluralitas dalam bidang hukum, yang di mana mengakui keberadaan hukum barat, hukum agama dan hukum adat. Dalam prakteknya (deskriptif), sebagian dari masyarakat Indonesia masih menggunakan hukum adat di dalam mengelolah ketertiban lingkungannya. Ditinjau dari preskripsi (hukum adat dijadikan landasan dalam penetapan keputusan), secara resmi diakui keberadaannya namun terbatas pada peranannya.
 
Demikianlah Pembahasan dalam tulisan ini mengenai Pengertian Hukum Adat, semoga tulisan saya mengenai pengertian hukum adat dapat bermanfaat.
 

Sumber : Buku Hukum Adat Yang Digunakan Dalam Penulisan ini :

– Peter Mahmud Marzuki, 2009. Pengantar Ilmu Hukum. Yang menerbitkan Kencana Prenada Media Group: Jakarta.
Gambar Hukum Adat di Indonesia

Gambar Hukum Adat di Indonesia

 
Pengertian Hukum Adat di Indonesia | Sanusi |