Dasar-Dasar Ekonomi Dalam Sistem Hukum Ekonomi Islam

Hukum Sumber Hukum
 
 
Pada kesempatan ini akan dibahas mengenai dasar-dasar ekonomi dalam hukum ekonomi islam. Tentunya anda sedang mencari apa itu dasar-dasar ekonomi dalam hukum ekonomi islam, maka sudah tepat anda membaca tulisan ini. Tulisan ini akan menyajikan kepada anda mengenai dasar-dasar ekonomi dalam hukum ekonomi islam, lebih lanjut simak di bawah ini.
 
Berkaitan dengan Dasar-Dasar Ekonomi dalam Hukum Ekonomi Islam, Goenawan Mohammad dalam Achmad Ramzy Tadjoedin mengantakan bahwa :
1. Ekonomi islam ingin mencapai masyarakat yang berkehidupan sejahtera di dunia dan di akhirat. Yakni dengan tercapainya pemuasan optimal berbagai kebutuhan jasmani dan rohani yang seimbang, baik orang-perorangan maupun masyarakat. oleh sebab itu alat pemuas dicapai secara optimal dengan pengorbanan tanpa pemborosan dan kelestarian alam dapat terjaga.
2. Hak milik relatif perorangan diakui sebagaimana usaha dan kerja secara halal dan dipergunakan untuk hal-hal yang halal pula.
3. Dilarang menimbun harta benda dan menjadikannya terlantar.
4. Dalam harta benda itu terdapat hak untuk orang miskin yang selalu meminta. Oleh karenanya, harus dinafkahkan sehingga dapat dicapai pembagian rezki.
5. Pada batas tertentu hak milik tersebut dalam hukum islam dikenakan zakat.
6. Perniagaan diperkenankan dalam hukum islam, akan tetapi riba dilarang.
7. Tidak ada perbedaan suku maupun keturunan di dalam bekerja sama dan yang menjadi ukuran perbedaan hanyalah prestasi kerja.
 
 
Dalam hal Ekonomi, sebagaimana juga bidang-bidang ilmu lainnya yang tidak luput dari kajian Hukum Islam, bertujuan menuntun agar manusia berada di jalan lurus (shirat al mustaqin). Kegiatan ekonomi dalam pandangan Hukum Ekonomi Islam merupakan tuntutan kehidupan. Dan juga merupakan suatu anjuran yang memiliki dimensi ibadah.
 
 
Semasa hayatnya Rasulullah SAW, sering meberikan nasihat ekonomi kepada kaum muslimin, seperti yang dikemukakan di dalam sebuah hadits (riwayat Nasa’i), sebagai berikut “Berusahalah untuk mendapatkan perlindungan Tuhanmu dari kekafiran, kehinaan dan kekurangan“.
 
 
Namun demikian, Ajaran Hukum Islam tidak menghendaki pemeluknya menjadi mesin ekonomi yang melahirkan budaya matrealisme. Kegiatan ekonomi dalam hukum islam tidak semata-mata bersifat materi saja, tetapi lebih dari itu (bersifat materi plus). Rakus terhadap harta kekayaan dan sikap yang mementingkan materi belaka sangat dicela.
 
 
Bersandarkan pada uraian yang dikemukakan di atas, kegiatan ekonomi dalam pandangan hukum islam bertujuan untuk :
1. Memenuhi kebutuhan hidup seseoarang secara sederhana;
2. Memenuhi kebutuhan keluarga;
3. Memenuhi kebutuhan jangka panjang;
4. Menyediakan kebutuhan keluarga yang ditinggalkan;
5. Memberikan bantuan sosial dan sumbangan menurut jalan Allah.
 
Demikian tulisan saya mengenai dasar-dasar ekonomi dalam hukum ekonomi islam, semoga tulisan saya mengenai dasar-dasar ekonomi dalam hukum ekonomi islam dapat bermanfaat.
 

Sumber : Buku Hukum Ekonomi Islam Yang Dipakai Dalam Penulisan ini :

– Suhrawardi K. Lubis, 2000. Hukum Ekonomi Islam. Penerbit PT Sinar Grafika: Jakarta.
Gambar Dasar-Dasar Ekonomi Dalam Hukum Ekonomi Islam

Gambar Dasar-Dasar Ekonomi Dalam Hukum Ekonomi Islam

 
Dasar-Dasar Ekonomi Dalam Sistem Hukum Ekonomi Islam | Sanusi |